Solusi Bullying pada Remaja: Perspektif Hadis Nabi Saw

  • Lamont Kemmer II, 02 Feb 2022

Fenomena bullying pada remaja saat ini masih banyak terjadi baik dilingkungan sekolah, komunitas dan masyarakat secara umum. Masa remaja adalah saat usia keingintahuan akan sesuatu meluap dan semangat bereksplorasi sedang membara. Jika hal ini dibarengi dengan pemahaman yang benar sesuai Agama atau syari'at, tentu akan menggiring kepada kebaikan hakiki, namun sebaliknya jika para remaja tidak dibekali pemahaman yang shahih sesuai Syari'at maka kehinaan dan keterpurukan yang terjadi.

 

Jika diperhatikan dari fenomena Bullying pada remaja yang kerap terjadi saat ini, besar kemungkinan pelaku bullying tumbuh dari pergaulan yang tidak sehat, maksudnya jauh dari pemahaman Agama yang benar. Dalam fenomena bullying ini Rasulullah Saw sejak 14 abad silam sudah memberikan peringatan agar umatnya tidak terjebak pada kasus-kasus bullying. Sebagaimana sabda beliau Saw:

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَا هُنَا. وَيُشَارُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ  عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامُ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Sesama muslim adalah saudara tidak boleh saling menzalimi, mencibir, atau merendahkan. Ketakwaan itu sesungguhnya di sini,” sambil menunjuk dada dan diucapkan tiga kali. (Rasul melanjutkan) “Seseorang sudah cukup jahat ketika ia sudah menghina sesama saudara muslim. Setiap muslim adalah haram dinodai jiwanya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim).

Hadis diatas menjelaskan bahwa Islam sangat menghormati siapapun,  melalui menjaga Ukhuwwah. Sesama muslim adalah saudara, sehingga satu sama lain, di antara kita, adalah haram untuk saling merendahkan, mencibir, menghina, apalagi menzalimi. Adalah sudah termasuk tindakan jahat jika seseorang merendahkan orang lain.

 

Islam sangat menjaga kasih sayang dan melarang kedzoliman termasuk perbuatan Bullying , sebagaimana pesan Rasulullah Saw Dalam hadis Abdullah bin Amru RA, telah sampai kepada Nabi Saw :

 

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاء

 

“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah yang di atas muka bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Tirmidzi, dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzi.

 

Dan sebaliknya.

 Ø±Ø³ÙˆÙ„ الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ لَا يَرْحَمْ مَنْ فِي الْاَرْضِ لَا يَرْحَمْهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ –الطبراني

 

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, ”Barangsiapa tidak menyayangi siapa (yang berada) di bumi maka tidak menyayanginya siapa (yang berada) di langit”. (Riwayat Ath Thabarani, dan dishahihkan oleh Al Hafidz As Suyuthi).

 

Kasus Bullying yang kerap terjadi di masyarakat termasuk generasi muda atau remaja, akan bisa terminimalisir bahkan tidak terjadi lagi, Ketika peran orang tua, guru dan elemen-elemen yang mempunyai kontribusi dalam pembinaan kepada remaja saling bersinergi menancapkan pemahaman Agama sebagaimana yang dijelaskan pada Hadis Nabi Saw diatas, karena Islam sebagai Agama Rahmat bagi seluruh alam sangat menjaga kasih sayang pada umatnya.

Wallahu 'alam Bisshawab