Kekecewaan adalah salah satu perasaan yang muncul ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Meluapkan kekecewaan dengan amarah bukan menjadi sesuatu hal yang salah dilakukan. Sebaliknya, memendam emosi dan amarah akan menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan pada tubuh.
Meski baik dilakukan tetapi emosi dan amarah tetap perlu dikendalikan
Meluapkan emosi dan amarah boleh saja, yang perlu diperhatikan adalah emosi tidak boleh dibiarkan hingga meledak-ledak.
Emosi yang meledak-ledak sering dikaitkan dengan salah satu tanda mental tidak stabil. Terlebih jika emosi tersebut muncul karena hal yang sepele dan tidak membutuhkan penyelesaian yang rumit.
Seseorang yang meluapkan emosi secara meledak ledak dapat muncul tanda seperti berkata-kata kasar dan cenderung akan berlaku kasar kepada orang lain, seperti misalnya memukul atau menendang.
Inilah mengapa sering sekali terjadi tindak kekerasan.
Emosi yang meledak-ledak adalah tanda mental tidak stabil
Memang benar, seseorang yang marah atau emosi berlebih pasti sedang mengalami berbagai hal yang mengganggu kesehatan mentalnya. Kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan banyaknya beban pikiran, yang menjurus pada terjadinya stres dan depresi.
Pada kasus terjadinya kekerasan akibat luapan emosi yang tak terkendali, terjadi ketidakseimbangan hormon serotonin pada otak pengidap. Inilah mengapa seseorang yang melakukan kekerasan selalu dikaitkan dengan depresi, karena memunculkan gejala yang sama.
Beberapa hal yang menyebabkan emosi tidak terkendali
- Kurang Tidur
Tidur menjadi waktu tubuh dan otak beristirahat. Agar energi tubuh bisa kembali sepenuhnya, tubuh perlu beristirahat dan tidur selama kurang lebih delapan jam. Meski demikian, masih banyak orang yang menyepelekan waktu tidur dengan sering begadang. Akibatnya, tubuh pun akan kurang fit, lesu, dan kepala yang sering pusing. Rasa lelah tubuh ini akan membuat seseorang menjadi emosional
- Kondisi Tubuh
Sama seperti kurang tidur, tubuh yang sedang tidak sehat pun bisa memicu seseorang menjadi lebih emosional. Hal ini disebabkan karena tubuh sedang tidak nyaman untuk beraktivitas, dan kamu pasti akan menjadi mudah marah dan tersinggung jika ada hal-hal yang semakin membuat kondisi kamu tidak nyaman.
- Stres
Tidak dapat dimungkiri jika stres adalah penyebab utama seseorang memiliki emosi yang tidak stabil dan cenderung berlebihan. Ada banyak hal yang memicu terjadinya stres, mulai dari masalah pribadi, pekerjaan, finansial, dan masih banyak lagi. Sebelum menjadi lebih parah, stres tentu perlu ditangani.
Cara Mengatasi Emosi yang Meledak-Ledak
- Menarik Nafas Dalam Berulang Kali
Saat emosi kamu sudah tak bisa lagi ditahan, cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah menarik nafas sedalam mungkin berulang kali. Cara ini disinyalir dapat menurunkan tekanan darah sekaligus obat penenang alami. Menarik nafas dalam dan berulang-ulang akan membuat kamu lebih rileks.
- Jangan Dendam
Alih-alih marah dan mengutamakan emosi, lebih baik kamu membuang jauh-jauh dendam yang ada di dalam hati kamu. Bahkan, akan jauh lebih baik jika kamu langsung memaafkan dan berpikir bahwa tak semua orang akan bersikap seperti yang kamu mau. Memelihara dendam justru akan membuat kamu merasa tidak adil terus-menerus.
- Berpikir sebelum Berbicara
Saat sedang diliputi emosi dan kemarahan, kamu cenderung akan bicara semaunya tanpa memikirkan efek baik atau buruknya. Mulai saat ini, semarah apa pun kamu, sebaiknya pikirkanlah baik-baik ucapan kamu sebelum kamu mengutarakannya. Asal bicara justru akan membuat suasana semakin keruh dan “panas”.