Definisi remaja, kenakalan remaja dan dampak kenakalan remaja

  • Brandt Volkman, 02 Feb 2022

Definisi Remaja

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya dan orangtuanya1.

Dalam mempelajari perkembangan remaja2, remaja dapat didefinisikan secara biologis sebagai perubahan fisik yang ditandai oleh permulaan pubertas dan penghentian pertumbuhan fisik; secara kognitif, sebagai perubahan dalam kemampuan berpikir secara abstrak atau secara sosial, sebagai periode persiapan untuk menjadi orang dewasa. Perubahan pubertas dan biologis utama termasuk perubahan pada organ seks, tinggi, berat, dan massa otot, serta perubahan besar dalam struktur otak. Kemajuan kognitif mencakup peningkatan pengetahuan dan kemampuan berpikir secara abstrak dan bernalar secara lebih efektif.

 

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang3.

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balap liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya4. Bullying juga termasuk dari bentuk kenakalan remaja yang diakibatkan oleh terhambatnya perkembangan perilaku dan psikososialnya, menurut Zakiyah, Humaedi, dan Santoso5.

 

Dampak Kenakalan Remaja

Nuareni memaparkan bahwa banyak dampak negatif dari kenakalan-kenakalan remaja bagi dirinya sendiri maupun orang yang berada di sekelilingnya. Bila tidak segera ditangani, ia akan tumbuh menjadi sosok yang berkepribadian buruk. Remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan tertentu pastinya akan dihindari atau malah akan dikucilkan oleh banyak orang, remaja tersebut hanya akan dianggap sebagai penganggu atau orang yang tidak berguna. Akibat dari dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya, remaja tersebut akan mengalami “gangguan kejiwaan”. Yang dimaksud gangguan kejiwaan bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosialisasi, merasa sangat sedih, atau malah akan membenci orang-orang sekitarnya6.

Referensi

1.        Sumara D, Humaedi S, Santoso MB. Kenakalan Remaja dan Penanganannya. Pros Penelit dan Pengabdi Kpd Masy. 2017;4(2):346–53.

2.        Simarmata J. Rekayasa Web. I. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET; 2010.

3.        Unayah N, Sabarisman M. Fenomena Kenakalan Remaja dan Kriminalitas. Sosio Inf. 2015;1(2):121–40.

4.        Aroma IS, Sumara DR. Hubungan Antara Tingkat Kontrol Diri dengan Kecenderungan Perilaku Kenakalan Remaja. J Psikol Pendidik dan Perkemb [Internet]. 2012;01(02):1–6. Available from: journal.unair.ac.id/filerPDF/110810241_ringkasan.pdf

5.        Zakiyah EZ, Humaedi S, Santoso MB. Faktor yang Mempengaruhi Remaja dalam Melakukan Bullying. Pros Penelit dan Pengabdi Kpd Masy. 2017;4(2):324–30.

6.        Nuraeni D. Dampak dari Kenakalan Remaja. kompasiana [Internet]. 2015; Available from: https://www.kompasiana.com/dininuraeni/54f80506a33311f3608b478d/dampak-dari-kenakalan-remaja